Digital Content Broadcasting

7 Cara Edit Video Untuk Pemula

Di era digital yang serba visual, kemampuan untuk membuat dan mengedit video telah menjadi keterampilan yang semakin dicari. Baik untuk keperluan pribadi, profesional, maupun akademis, video menawarkan cara yang dinamis dan menarik untuk menyampaikan pesan, bercerita, dan berbagi informasi. Namun, bagi para pemula, proses editing video seringkali terlihat rumit dan menakutkan. Artikel ini hadir sebagai panduan komprehensif yang akan mengupas tuntas 7 cara dasar mengedit video untuk pemula, membekali Anda dengan pengetahuan dan langkah-langkah praktis untuk memulai perjalanan Anda di dunia editing video.

Menguasai dasar-dasar editing video merupakan langkah awal yang krusial bagi siapa saja yang tertarik dengan produksi konten digital. Program studi S1 Digital Content Broadcasting menyadari pentingnya keterampilan ini dan memasukkan editing video sebagai salah satu kompetensi inti yang diajarkan kepada mahasiswanya. Dengan pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip editing, para calon profesional di bidang penyiaran konten digital akan mampu menghasilkan karya video yang berkualitas dan menarik perhatian audiens. Artikel ini akan memandu Anda melalui tahapan-tahapan editing video esensial, mulai dari pemilihan perangkat lunak hingga exporting hasil akhir.

7 Cara Edit Video untuk Pemula

Proses editing video dapat dipecah menjadi beberapa tahapan yang sistematis. Berikut adalah 7 cara dasar yang perlu dipahami dan dikuasai oleh para pemula:

1. Pilih Aplikasi Edit Video Terbaik

Langkah pertama dalam editing video adalah memilih perangkat lunak atau aplikasi editing yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat keahlian Anda. Terdapat berbagai macam aplikasi editing video yang tersedia, mulai dari yang gratis hingga berbayar, dengan fitur dan kompleksitas yang beragam.

  • Untuk Pemula di Smartphone: Aplikasi seperti InShot, CapCut, VN Video Editor, dan KineMaster menawarkan antarmuka yang intuitif dan mudah digunakan, dengan fitur-fitur dasar editing yang cukup lengkap seperti pemotongan, penggabungan, penambahan teks, musik, dan efek transisi. Aplikasi-aplikasi ini sangat cocok untuk membuat konten video singkat untuk media sosial.
  • Untuk Pemula di Komputer: Beberapa pilihan perangkat lunak editing video gratis yang populer untuk komputer meliputi DaVinci Resolve (lebih profesional namun memiliki kurva pembelajaran yang lebih curam), OpenShot, Shotcut, dan HitFilm Express. Perangkat lunak ini menawarkan lebih banyak fitur dan kontrol dibandingkan aplikasi mobile, memungkinkan Anda untuk melakukan editing yang lebih kompleks. Bagi yang bersedia membayar, Filmora, Adobe Premiere Rush, atau iMovie (untuk pengguna Mac) adalah pilihan yang ramah pengguna dengan fitur yang mumpuni.

Saat memilih aplikasi editing, pertimbangkan faktor-faktor seperti kemudahan penggunaan, fitur yang dibutuhkan, ketersediaan tutorial, dan spesifikasi perangkat Anda. Mahasiswa S1 Digital Content Broadcasting biasanya diperkenalkan dengan berbagai jenis perangkat lunak editing untuk memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing.

2. Membuat Alur Cerita/Storyboard yang Menarik

Sebelum mulai menyusun video di aplikasi editing, sangat disarankan untuk membuat alur cerita atau storyboard. Ini adalah representasi visual dari bagaimana video Anda akan berjalan, termasuk urutan adegan, transisi, dan elemen visual lainnya.

  • Membuat alur cerita membantu Anda memvisualisasikan keseluruhan video dan memastikan pesan yang ingin disampaikan tersampaikan dengan efektif.
  • Dengan storyboard, proses editing akan menjadi lebih terstruktur dan efisien, karena Anda sudah memiliki panduan yang jelas mengenai urutan klip dan elemen-elemen yang dibutuhkan.
  • Alur cerita yang baik juga membantu dalam pengambilan gambar, memastikan Anda mendapatkan footage yang cukup dan sesuai dengan visi kreatif Anda.

Dalam kurikulum S1 Digital Content Broadcasting, pembuatan storyboard diajarkan sebagai bagian penting dari proses pra-produksi konten video.

3. Susun Video Rekaman

Setelah memiliki alur cerita dan footage yang dibutuhkan, langkah selanjutnya adalah mengimpor dan menyusun klip video rekaman Anda ke dalam timeline aplikasi editing. Timeline adalah area kerja utama di mana Anda akan mengatur urutan klip video, audio, dan elemen-elemen lainnya.

  • Mulailah dengan mengimpor semua file video, audio, dan gambar yang akan Anda gunakan ke dalam proyek editing Anda.
  • Seret dan letakkan klip-klip video ke timeline sesuai dengan urutan alur cerita yang telah Anda buat.
  • Atur urutan klip dengan cermat untuk memastikan transisi yang mulus antar adegan dan alur narasi yang koheren.

Mahasiswa S1 Digital Content Broadcasting belajar teknik menyusun video secara efektif untuk menciptakan narasi yang menarik dan mempertahankan perhatian audiens.

4. Ketahui Istilah-istilah dalam Edit Video

Untuk mempermudah proses belajar dan berkomunikasi dengan editor lain (jika Anda berkolaborasi), penting untuk memahami beberapa istilah dasar dalam editing video:

  • Cut: Titik transisi langsung antara dua klip video.
  • Transition: Efek visual yang digunakan untuk menghubungkan dua klip video, seperti fade, dissolve, wipe, dan lain-lain.
  • Timeline: Area kerja di aplikasi editing tempat Anda menyusun dan memanipulasi klip video dan audio.
  • Footage: Materi video mentah yang direkam.
  • Render: Proses mengkompilasi semua elemen editing menjadi file video final.
  • Aspect Ratio: Perbandingan lebar dan tinggi video (misalnya, 16:9 untuk video widescreen).
  • Frame Rate: Jumlah frame (gambar diam) yang ditampilkan per detik dalam video (biasanya 24, 30, atau 60 fps).
  • Resolution: Ukuran dimensi video dalam piksel (misalnya, 1920×1080 untuk video HD).

Pemahaman akan istilah-istilah ini merupakan bagian dari dasar-dasar pengetahuan yang diajarkan dalam S1 Digital Content Broadcasting.

5. Susun dan Potong Klip Video

Salah satu tugas utama dalam editing video adalah menyusun dan memotong klip video. Ini melibatkan memilih bagian terbaik dari setiap rekaman dan menghilangkan bagian yang tidak perlu atau kurang baik.

  • Gunakan tools pemotong (trim atau cut) yang tersedia di aplikasi editing Anda untuk membuang bagian awal dan akhir klip yang tidak diinginkan.
  • Potong klip di titik yang tepat untuk menciptakan transisi yang mulus dan menjaga ritme video yang diinginkan.
  • Pertimbangkan angle kamera dan komposisi visual saat melakukan pemotongan untuk menjaga kontinuitas visual.

Keterampilan menyusun dan memotong klip video secara efektif sangat ditekankan dalam mata kuliah produksi video di S1 Digital Content Broadcasting.

6. Tambahkan Visual Effect Seperlunya

Visual effect (VFX) dapat digunakan untuk meningkatkan daya tarik visual video Anda, namun penggunaannya harus bijak dan sesuai dengan konteks video.

  • Efek transisi seperti fade in/out atau dissolve dapat digunakan untuk menghubungkan antar adegan dengan lebih halus.
  • Efek visual lain seperti koreksi warna, blur, atau distorsi dapat digunakan untuk menciptakan suasana tertentu atau menyoroti elemen penting.
  • Bagi pemula, disarankan untuk menggunakan visual effect secara minimal agar tidak terkesan berlebihan atau mengganggu alur cerita.

Dalam S1 Digital Content Broadcasting, mahasiswa belajar tentang berbagai jenis visual effect dan bagaimana menggunakannya secara efektif dalam produksi konten video.

7. Atur Suasana Video dengan Intonasi Warna

Koreksi warna dan color grading adalah proses menyesuaikan dan meningkatkan warna dalam video untuk menciptakan tampilan visual yang konsisten dan atmosfer yang diinginkan.

  • Koreksi warna bertujuan untuk memperbaiki masalah pencahayaan dan warna yang mungkin ada dalam rekaman.
  • Color grading lebih bersifat artistik, di mana Anda menyesuaikan warna untuk menciptakan mood atau gaya visual tertentu. Misalnya, warna yang lebih hangat dapat menciptakan suasana yang cerah dan optimis, sementara warna yang lebih dingin dapat menciptakan suasana yang lebih dramatis atau misterius.

Pemahaman tentang teori warna dan teknik koreksi warna merupakan bagian penting dalam pendidikan S1 Digital Content Broadcasting.

8. Tambah Sound Effect yang Sesuai

Audio memegang peranan penting dalam menciptakan pengalaman menonton video yang imersif. Sound effect dapat digunakan untuk memperkuat aksi visual, menciptakan suasana, dan menambahkan lapisan kedalaman pada video Anda.

  • Pilih sound effect yang relevan dengan adegan dan tidak mengganggu audio utama (dialog atau narasi).
  • Atur volume sound effect agar terdengar alami dan tidak terlalu mendominasi.
  • Gunakan sound effect secara bijak untuk menghindari kesan yang berlebihan atau tidak profesional.

Mahasiswa S1 Digital Content Broadcasting belajar tentang pentingnya sound design dan penggunaan sound effect dalam produksi audio visual.

9. Exporting

Setelah semua proses editing selesai, langkah terakhir adalah exporting atau menyimpan video Anda dalam format file yang sesuai.

  • Pilih format file yang sesuai dengan tujuan penggunaan video Anda (misalnya, MP4 untuk web dan media sosial).
  • Atur resolusi dan frame rate video sesuai dengan kebutuhan dan kualitas yang diinginkan.
  • Perhatikan ukuran file hasil export agar mudah diunggah dan dibagikan.
  • Aplikasi editing biasanya menyediakan berbagai preset pengaturan export yang dapat Anda gunakan.

Pemahaman tentang berbagai format video dan pengaturan export merupakan kompetensi yang diajarkan dalam S1 Digital Content Broadcasting.

10. Review Hasil Edit Video

Sebelum mempublikasikan video Anda, luangkan waktu untuk meninjau kembali seluruh hasil editing.

  • Tonton video Anda dari awal hingga akhir, perhatikan transisi, pemotongan, audio, dan visual effect.
  • Pastikan tidak ada kesalahan visual atau audio yang terlewatkan.
  • Mintalah pendapat dari orang lain untuk mendapatkan perspektif yang berbeda.

Proses review dan revisi merupakan bagian penting dari alur kerja produksi konten video yang profesional, dan ditekankan dalam program S1 Digital Content Broadcasting.

Kesimpulan

Mengedit video untuk pemula mungkin terasa menantang di awal, namun dengan panduan yang tepat dan latihan yang konsisten, Anda akan mampu menguasai dasar-dasarnya dan menghasilkan video yang menarik dan berkualitas. Ketujuh cara yang telah dibahas dalam artikel ini merupakan fondasi penting bagi para calon kreator konten video. Jika Anda memiliki minat yang mendalam dalam bidang produksi konten digital dan ingin mengembangkan keterampilan editing video Anda secara profesional, program studi S1 Digital Content Broadcasting menawarkan kurikulum yang komprehensif dan relevan untuk mempersiapkan Anda menjadi ahli di industri ini. Dengan dedikasi dan semangat belajar, Anda dapat mengubah ide-ide kreatif Anda menjadi konten video yang memukau dan berkesan.

Author: Ariq Rai Aryandra

Direktorat Pusat Teknologi Informasi

Tags: Editing Video

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Secret Link