Dalam dunia digital yang sangat kompetitif, kemampuan untuk menarik perhatian audiens dalam hitungan detik menjadi krusial. Salah satu elemen penting dalam strategi pemasaran konten adalah “hook” — kalimat pembuka yang mampu menghentikan scroll audiens dan membuat mereka ingin tahu lebih banyak. Bagi mahasiswa atau lulusan S1 Digital Content Broadcasting, memahami cara membuat hook yang efektif adalah keterampilan dasar yang harus dikuasai.
Namun, tak jarang content creator maupun mahasiswa penyiaran konten digital justru melakukan kesalahan dalam merancang hook. Kesalahan ini membuat konten gagal mencapai tujuan komunikasi yang diharapkan. Artikel ini akan membahas kesalahan umum dalam membuat hook konten, serta memberikan tips praktis untuk memperbaikinya.
Berikut adalah 5 kesalahan fatal yang harus kamu hindari dalam membuat hook
1. Hook terlalu umum atau klise
Salah satu kesalahan paling sering ditemui adalah penggunaan hook yang terlalu generik, seperti “Kamu pasti pernah mengalami ini” atau “Ini dia rahasianya!” Kalimat-kalimat seperti ini terlalu sering digunakan dan kehilangan daya tariknya.
Mengapa ini masalah?
-
Tidak memberikan nilai unik
-
Tidak memicu rasa ingin tahu
-
Tidak membedakan konten kamu dari konten lain
Solusi: Gunakan data, fakta unik, atau angle yang jarang diangkat. Misalnya:
“80% pengguna TikTok hanya menonton 3 detik pertama. Apakah hook kontenmu cukup kuat untuk bertahan lebih lama?”
2. Tidak relevan dengan isi konten
Kesalahan ini sering terjadi ketika pembuat konten ingin “clickbait”, yakni membuat hook yang sangat menarik tapi tidak sesuai dengan isi. Ini akan menurunkan kepercayaan audiens dan berdampak negatif pada brand jangka panjang.
Tanda-tanda hook tidak relevan:
-
Judul terlalu bombastis tapi isinya datar
-
Tidak menjawab pertanyaan yang dibuka di awal
-
Menyesatkan audiens demi klik
LSI Keyword terkait: kepercayaan audiens, konten misleading, konten clickbait
3. Tidak mengenal target audiens
Bagi mahasiswa S1 Digital Content Broadcasting, memahami karakteristik target audiens adalah materi dasar. Tapi dalam praktiknya, masih banyak yang gagal menerapkannya. Hook yang tidak sesuai dengan bahasa, minat, atau kebutuhan target audiens akan membuat konten kamu diabaikan.
Contoh:
-
Hook formal untuk audiens Gen Z
-
Menggunakan jargon profesional untuk konten hiburan ringan
Tips:
-
Riset audiens secara mendalam
-
Uji A/B testing beberapa versi hook
4. Terlalu panjang dan bertele-tele
Hook yang terlalu panjang membuat audiens kehilangan fokus. Idealnya, hook harus singkat dan langsung ke poin.
Contoh hook yang buruk:
“Pernah nggak kamu merasa bahwa dalam hidup ini banyak hal yang kita lewatkan hanya karena kita tidak tahu bahwa sebenarnya ada cara lain untuk…”
Bandingkan dengan:
“Kamu bisa hemat 3 jam kerja harian hanya dengan satu tools gratis ini.”
5. Tidak menimbulkan rasa penasaran
Hook harus menimbulkan pertanyaan dalam benak audiens. Jika hook sudah terlalu jelas atau justru membingungkan, mereka tidak akan lanjut membaca atau menonton.
Contoh yang kurang menggugah:
“Tips menulis caption Instagram.”
Contoh yang lebih baik:
“Ini alasan kenapa caption IG kamu selalu gagal dapat like banyak!”
Berikut tips untuk membuat hook yang efektif
Bagi mahasiswa dan praktisi di bidang S1 Digital Content Broadcasting, berikut adalah teknik membuat hook yang mampu menangkap perhatian secara efektif:
1. Gunakan angka dan statistik
Statistik membuat hook tampak kredibel dan menarik.
Contoh:
“95% mahasiswa salah strategi saat bikin konten. Kamu salah satunya?”
2. Ajukan pertanyaan provokatif
Pertanyaan membuat audiens merasa tertantang untuk menjawab atau mencari tahu jawabannya.
Contoh:
“Apa yang lebih penting: banyak views atau banyak share?”
3. Gunakan storytelling mini
Narasi singkat di awal konten bisa menghubungkan audiens secara emosional.
Contoh:
“Kemarin aku hampir menyerah bikin konten… sampai akhirnya algoritma Instagram bekerja buatku.”
4. Gunakan kalimat dengan efek FOMO (Fear of Missing Out)
Kalimat seperti ini membuat audiens takut tertinggal tren.
Contoh:
“Semua content creator sukses pakai strategi ini—kamu belum?”
5. Gunakan format hook yang sedang tren
-
“Kamu nggak akan percaya ini…”
-
“Cuma butuh 10 detik untuk paham hal ini…”
-
“Stop scrolling kalau kamu sering gagal bikin konten viral.”
Peran S1 Digital Content Broadcasting dalam Strategi Hook Konten
Sebagai program studi, S1 Digital Content Broadcasting membekali mahasiswa dengan pengetahuan teknis dan strategis, mulai dari produksi video, penulisan naskah, hingga distribusi konten digital. Dalam dunia profesional, lulusan program ini diharapkan mampu:
-
Merancang hook sesuai karakter platform (TikTok, Instagram, YouTube)
-
Memahami algoritma distribusi konten
-
Menerapkan pendekatan berbasis data dan insight audiens
LSI Keywords: broadcasting digital, konten digital kreatif, strategi konten, engagement audiens, manajemen media digital
Kesimpulan
Membuat hook konten yang kuat bukan sekadar seni, melainkan juga sains. Mahasiswa S1 Digital Content Broadcasting harus memahami kesalahan umum yang sering terjadi dan menghindarinya melalui pendekatan berbasis data, empati pada audiens, dan pemahaman tren digital. Dengan begitu, setiap konten yang dibuat akan memiliki peluang lebih besar untuk menarik perhatian dan meningkatkan interaksi.
Bergabunglah dengan kami di S1 Digital Content Broadcasting dan tingkatkan keterampilan literasi digital Anda untuk masa depan yang lebih cerah di industri media! Daftar sekarang dan jadilah bagian dari generasi kreator konten digital yang inovatif.
Persyaratan Umum
- Lulusan SMA/SMK/MA/Sederajat
- Memiliki salinan ijazah, transkrip akademik, dan sertifikat keiikutsertaan kejuaraan nasional maupun internasional*
- Memiliki Surat Penyetaraan Ijazah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia bagi pendaftar lulusan luar negeri atau homeschooling. Klik disini untuk informasi selengkapnya
Langkah – Langkah Pendaftaran
- Cari Informasi Mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru Telkom University
- Buat Akun
- Lengkapi Data Diri
- Lengkapi Data Registrasi
- Cetak Kartu Peserta
Jalur Seleksi
Jalur Seleksi Aktif untuk seluruh program D3 dan S1 dapat dilihat pada laman berikut.
https://smb.telkomuniversity.ac.id/jalur-seleksi/#diploma-sarjana
Telkom University memilki beberapa komponen biaya pendidikan untuk setiap prgram studi, yaitu:
- UP3 (Uang Partisipasi Penyelenggaraan Pendidikan) adalah uang pembangunan. UP3 hanya dibayarkan 1 kali di awal pendaftaran.
- SDP2 (Sumbangan Dana Pengembangan Pendidikan Reguler) adalah uang sumbangan. SDP2 hanya dibayarkan 1 kali di awal pendaftaran.
Biaya SDP2 dibedakan berdasarkan jalur seleksi yang diikuti, yaitu:
-
- Jalur Reguler, seluruh jalur seleksi yang dibuka selain jalur USM
- Jalur USM, jalur khusus Undangan Seleksi Mitra (USM)
- BPP (Biaya Penyelenggaraan Pendidikan) adalah biaya pendidikan yang dibayarkan setiap semester selama perkuliahan
Telkom University memilki beberapa komponen biaya pendidikan untuk setiap prgram studi, yaitu:
- UP3 (Uang Partisipasi Penyelenggaraan Pendidikan) adalah uang pembangunan. UP3 hanya dibayarkan 1 kali di awal pendaftaran.
- SDP2 (Sumbangan Dana Pengembangan Pendidikan Reguler) adalah uang sumbangan. SDP2 hanya dibayarkan 1 kali di awal pendaftaran.
Biaya SDP2 dibedakan berdasarkan jalur seleksi yang diikuti, yaitu:
-
- Jalur Reguler, seluruh jalur seleksi yang dibuka selain jalur USM
- Jalur USM, jalur khusus Undangan Seleksi Mitra (USM)
- BPP (Biaya Penyelenggaraan Pendidikan) adalah biaya pendidikan yang dibayarkan setiap semester selama perkuliahan
| Nama Prodi | UP3 | SDP2 (Jalur Umum) | SDP2 (Jalur USM) | BPP/ Semester |
| S1 Digital Content Broadcasting | Rp9.000.000 | Rp12.000.000 | Rp20.000.000 | Rp10.000.000 |
Author: Ariq Rai Aryandra
Direktorat Pusat Teknologi Informasi
Tags: Hook
