Film dokumenter merupakan salah satu genre yang memiliki nilai edukatif tinggi dan kedalaman emosional yang kuat. Dalam dunia penyiaran modern, film dokumenter tidak hanya digunakan sebagai media informasi, tetapi juga sebagai alat advokasi sosial dan budaya. Oleh karena itu, mahasiswa S1 Digital Content Broadcasting perlu memahami secara menyeluruh apa itu film dokumenter, berbagai jenisnya, serta contoh-contoh film dokumenter yang telah memberikan dampak signifikan di masyarakat.
Sebagai bagian dari kurikulum S1 Digital Content Broadcasting, produksi film dokumenter menjadi pelatihan penting dalam membangun kemampuan storytelling berbasis realita, serta keterampilan teknis dalam mengolah audio visual secara faktual dan berimbang. Artikel ini akan menjelaskan pengertian film dokumenter, menguraikan jenis-jenisnya, dan memberikan contoh film dokumenter yang layak dijadikan referensi pembelajaran.
Apa Itu Film Dokumenter?
Film dokumenter adalah bentuk karya audiovisual yang menyajikan realitas kehidupan secara faktual dengan tujuan untuk mendidik, menginformasikan, atau mengajak penonton memahami suatu isu tertentu. Tidak seperti film fiksi yang menggunakan narasi buatan dan aktor, dokumenter menampilkan kejadian nyata, individu asli, dan latar tempat yang faktual.
Karakteristik film dokumenter:
-
Berbasis pada kenyataan
-
Narasi bersifat deskriptif atau eksplanatif
-
Menggunakan footage asli, wawancara, arsip, dan data
-
Bertujuan memberikan wawasan, bukan hiburan semata
Dalam konteks akademik, khususnya di jurusan S1 Digital Content Broadcasting, mahasiswa didorong untuk menjadikan film dokumenter sebagai media penyampaian pesan sosial, budaya, ekonomi, hingga lingkungan dengan pendekatan sinematik yang kuat dan etis.
LSI Keywords terkait:
-
sinematografi realita
-
narasi faktual
-
produksi dokumenter
-
storytelling visual
-
etika dokumenter
Jenis Film Dokumenter
Film dokumenter memiliki beragam jenis, tergantung dari pendekatan narasi dan tujuannya. Berikut adalah beberapa jenis film dokumenter yang dikenal luas dalam industri penyiaran digital:
1. Dokumenter Ekspositori (Expository Documentary)
Jenis ini menyampaikan informasi secara langsung kepada penonton melalui narasi verbal (voice-over) yang menjelaskan konteks gambar atau cuplikan.
Ciri khas:
-
Narator sebagai pengarah cerita
-
Struktur logis dan informatif
-
Umum digunakan untuk film edukasi dan sejarah
Contoh: The Civil War oleh Ken Burns
2. Dokumenter Observasional (Observational Documentary)
Dikenal juga sebagai fly on the wall, jenis ini berusaha menangkap kejadian tanpa intervensi pembuat film. Penonton diajak mengamati kehidupan nyata sebagaimana adanya.
Karakteristik:
-
Tidak ada narator
-
Minim intervensi (tanpa wawancara langsung)
-
Merekam realitas secara natural dan kontinyu
Contoh: Primary (1960) karya Robert Drew
3. Dokumenter Partisipatoris (Participatory Documentary)
Dalam dokumenter ini, pembuat film ikut terlibat secara langsung dalam cerita, baik sebagai pewawancara, penanya, bahkan sebagai subjek.
Karakteristik:
-
Interaksi antara subjek dan pembuat film
-
Pembuat film muncul di depan kamera
-
Biasanya untuk penggalian isu personal atau sosial
Contoh: Super Size Me oleh Morgan Spurlock
4. Dokumenter Refleksif (Reflexive Documentary)
Jenis ini mengeksplorasi proses pembuatan film dokumenter itu sendiri. Fokusnya adalah menunjukkan bahwa dokumenter bukan hanya refleksi realitas, tapi juga hasil konstruksi pembuat film.
Fitur utama:
-
Mengkritisi proses dokumentasi
-
Terkadang mencampur unsur fiksi dan realita
-
Cocok untuk eksperimen film
Contoh: Man with a Movie Camera oleh Dziga Vertov
5. Dokumenter Performatif (Performative Documentary)
Dokumenter ini berfokus pada pengalaman subjektif dan ekspresi emosional. Biasanya digunakan untuk mengangkat pengalaman pribadi dan perspektif minoritas.
Karakteristik:
-
Perspektif personal yang kuat
-
Kerap menyentuh isu sensitif atau identitas
-
Gaya penceritaan puitis atau simbolik
Contoh: Tongues Untied oleh Marlon Riggs
Contoh Film Dokumenter
Berikut adalah contoh film dokumenter terkenal yang dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa S1 Digital Content Broadcasting dalam memahami bentuk, teknik, dan pendekatan dalam dokumenter.
1. Before the Flood (2016)
-
Topik: Perubahan iklim global
-
Tokoh: Leonardo DiCaprio
-
Jenis: Ekspositori
-
Nilai: Mengedukasi audiens global tentang krisis iklim dengan data dan wawancara mendalam
2. The Act of Killing (2012)
-
Topik: Genosida 1965 di Indonesia
-
Sutradara: Joshua Oppenheimer
-
Jenis: Refleksif dan performatif
-
Nilai: Pendekatan unik dalam menggambarkan pelaku sejarah melalui reka ulang kejadian
3. 13th (2016)
-
Topik: Rasisme dan sistem penjara di AS
-
Sutradara: Ava DuVernay
-
Jenis: Ekspositori
-
Nilai: Dokumenter yang kuat secara visual dan politis
4. Lima Puluh Tahun Gerakan Wanita (Indonesia)
-
Topik: Sejarah gerakan perempuan di Indonesia
-
Jenis: Partisipatoris dan ekspositori
-
Nilai: Referensi lokal yang kaya dengan arsip sejarah dan wawancara tokoh perempuan
Pentingnya Dokumenter bagi Mahasiswa S1 Digital Content Broadcasting
Dalam dunia penyiaran konten digital, dokumenter memiliki peran penting dalam membentuk opini publik dan menyuarakan isu-isu yang jarang terungkap. Mahasiswa S1 Digital Content Broadcasting perlu:
-
Menguasai teknik pengambilan gambar realitas
-
Menyusun narasi yang faktual dan berimbang
-
Menyampaikan informasi dengan cara yang menarik namun tetap etis
-
Memahami peran dokumenter sebagai media advokasi dan perubahan sosial
LSI Keywords tambahan: film non-fiksi, penyutradaraan dokumenter, jurnalisme visual, distribusi konten dokumenter
Kesimpulan
Film dokumenter adalah medium yang tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga menggerakkan kesadaran. Mahasiswa S1 Digital Content Broadcasting harus memahami pengertian film dokumenter, mengenali berbagai jenis dokumenter, dan mempelajari contoh-contoh dokumenter yang mampu membentuk opini publik. Melalui pemahaman ini, mereka akan mampu menciptakan dokumenter yang informatif, inspiratif, dan berdampak nyata di tengah masyarakat.
Bergabunglah dengan kami di S1 Digital Content Broadcasting dan tingkatkan keterampilan literasi digital Anda untuk masa depan yang lebih cerah di industri media! Daftar sekarang dan jadilah bagian dari generasi kreator konten digital yang inovatif.
Persyaratan Umum
- Lulusan SMA/SMK/MA/Sederajat
- Memiliki salinan ijazah, transkrip akademik, dan sertifikat keiikutsertaan kejuaraan nasional maupun internasional*
- Memiliki Surat Penyetaraan Ijazah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia bagi pendaftar lulusan luar negeri atau homeschooling. Klik disini untuk informasi selengkapnya
Langkah – Langkah Pendaftaran
- Cari Informasi Mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru Telkom University
- Buat Akun
- Lengkapi Data Diri
- Lengkapi Data Registrasi
- Cetak Kartu Peserta
Jalur Seleksi
Jalur Seleksi Aktif untuk seluruh program D3 dan S1 dapat dilihat pada laman berikut.
https://smb.telkomuniversity.ac.id/jalur-seleksi/#diploma-sarjana
Telkom University memilki beberapa komponen biaya pendidikan untuk setiap prgram studi, yaitu:
- UP3 (Uang Partisipasi Penyelenggaraan Pendidikan) adalah uang pembangunan. UP3 hanya dibayarkan 1 kali di awal pendaftaran.
- SDP2 (Sumbangan Dana Pengembangan Pendidikan Reguler) adalah uang sumbangan. SDP2 hanya dibayarkan 1 kali di awal pendaftaran.
Biaya SDP2 dibedakan berdasarkan jalur seleksi yang diikuti, yaitu:
-
- Jalur Reguler, seluruh jalur seleksi yang dibuka selain jalur USM
- Jalur USM, jalur khusus Undangan Seleksi Mitra (USM)
- BPP (Biaya Penyelenggaraan Pendidikan) adalah biaya pendidikan yang dibayarkan setiap semester selama perkuliahan
Telkom University memilki beberapa komponen biaya pendidikan untuk setiap prgram studi, yaitu:
- UP3 (Uang Partisipasi Penyelenggaraan Pendidikan) adalah uang pembangunan. UP3 hanya dibayarkan 1 kali di awal pendaftaran.
- SDP2 (Sumbangan Dana Pengembangan Pendidikan Reguler) adalah uang sumbangan. SDP2 hanya dibayarkan 1 kali di awal pendaftaran.
Biaya SDP2 dibedakan berdasarkan jalur seleksi yang diikuti, yaitu:
-
- Jalur Reguler, seluruh jalur seleksi yang dibuka selain jalur USM
- Jalur USM, jalur khusus Undangan Seleksi Mitra (USM)
- BPP (Biaya Penyelenggaraan Pendidikan) adalah biaya pendidikan yang dibayarkan setiap semester selama perkuliahan
| Nama Prodi | UP3 | SDP2 (Jalur Umum) | SDP2 (Jalur USM) | BPP/ Semester |
| S1 Digital Content Broadcasting | Rp9.000.000 | Rp12.000.000 | Rp20.000.000 | Rp10.000.000 |
Author: Ariq Rai Aryandra
Direktorat Pusat Teknologi Informasi
Tags: Film Dokumenter
